May 18, 2012

Ya, Kamu.


April, 21st 2012.


Ketika aku ditanya hal apa yang membuatku bersyukur akhir-akhir ini,
Dengan yakin aku akan menjawab, Kamu.

Ya, kamu yang membawaku ke dunia baru.
Kamu yang  membuka mataku bahwa dunia tak hanya aku, tapi juga mereka.
Kamu yang menambah imajinasiku untuk berfikir bahwa dunia adalah satu hal menakjubkan yang tak bisa diraih dengan satu langkah kecil.

Ya, kamu yang telah membuatku iri.
Iri karena kamu telah menempatkan langkah kecilmu di sebagian penjuru dunia.
Iri karena matamu telah melihat sebagian dunia yang menakjubkan.
Iri karena aku hanya bisa melihatnya dari matamu.

Kamu yang membuatku menikmati alunan musikmu yang indah.
Kamu yang mencintai olahraga lebih dari apapun.
Kamu yang (dulu) senang berjalan berdua dalam kehengingan yang memberikan kenyamanan yang tidak terduga.
Kamu yang terkadang terlihat kekanak-kanakan karena kekonyolanmu.
Kamu yang (dulu) rela terlihat bodoh agar orang lain (aku) bisa tersenyum.
Kamu yang selalu penuh dengan kejutan.
Kamu yang selalu tahu kopi kesukaanku.
Kamu  yang selalu semangat mengejar cita-citamu.

Kamu, yang sekarang sudah berubah……..
Kamu, yang sekarang sudah asing untukku.
Kamu, yang dulu selalu terasa seperti rumahku, kini hanyalah tempat asing yang berada jauh di ujung sana.
Kamu, yang sekarang sudah memiliki orang-yang-kau-sebut-Peri yang selalu ada di sampingmu.

Terima kasih, Kamu.
Karena kamu, aku belajar banyak hal.
Karena luka yang kamu berikan membuatku sadar
Kalau kamu hanyalah 1 bab dalam deretan narasi hidupku. 
Kalau aku harus segera membalik halaman selanjutnya karena ceritaku masih panjang dan belum selesai.

No comments:

Post a Comment