December 31, 2013

2013

Dalam hitungan jam, 365 lembar halaman 2013 akan ditutup dan semua akan dimulai dari 0, kata mereka yang mengagung-agungkan resolusi tahun baru. 

2013 bisa gue bilang sebagi awal baru hidup gue sampai sekarang. Ada dua masa yang berbeda yang gue jalani sepanjang 2013. Masa akhir sebagai anak SMA dengan segala ceritanya, dan masa awal sebagai mahasiswa baru di kampus yang katanya kampus impian semua orang. Dan, menjadi mahasiswa ternyata memberi gue banyak pengalaman dan pemikirian baru dalam hidup.

2013 seperti tahun-tahun sebelumnya selalu memberi pengalaman baru dan pelajaran hidup. Ketika di 2012 lalu mental gue benar-benar digojlok dengan berbagai macam hal, di 2013 ini hidup gue nggak se-ekstrim tahun lalu. Tahun ini, gue seperti di'hajar' untuk belajar mandiri, memilih dan menghargai.  

Seperti yang gue bilang sebelumnya, jadi mahasiswa berarti juga lo udah dicap masyarakat sebagai manusia dewasa yang mandiri. Tahun ini, gue mulai ngekos dan mulai menjalani kehidupan mahasiswa yang ketika SMA dulu cuma bisa gue bayangin lewat twit @yeahmahasiswa. Mulai hidup sendiri ternyata asik. Lo, bisa menentukan segalanya sendiri. Mau pulang jam berapa, mau makan apa, mau pergi ke mana, ga akan ada yang mantau lo secara langsung seperti ketika lo tinggal serumah dengan orang tua. Asik, tapi ya begitu. Dengan mulai dilepasnya diri lo, tanggung jawab yang ada di diri lo dan sekitar udah mulai jadi tanggung jawab lo. Dari situ, lo akan belajar untuk memilih dengan bijak. 

2013 ini gue juga semakin diajari untuk saling menghargai. Lingkungan yang semakin plural akan membuat lo semakin sadar tentang perbedaan. Menghargai di sini juga berarti menghargai orang-orang yang ada buat lo sebelum lo ada di lingkungan baru. Masuk UI, masuk FISIP, masuk Kriminologi, pasti ketemu dengan orang baru. Jumlahnya juga nggak sedikit. Masa adaptasi juga bukan masa yang selalu menyenangkan. Orang baru juga nggak selamanya cocok dengan idealisme atau prinsip hidup lo. Kadang mereka bikin lo penat dan pengen jauh-jauh dari kampus. Untungnya selalu ada mereka yang selalu bersedia untuk meladeni permintaan lo yang kadang-kadang mendadak dan macem-macem. Mereka yang masih menyempatkan waktunya untuk sekedar ketemu dan makan bareng walaupun tahu kita sama-sama sibuk. Dan yang terpenting, 2013 juga telah membuka mata gue tentang pentingnya rumah dan keluarga. As Mas Kiwil said before: 'Kalau mahasiswa, pasti akan lebih mengerti dan menghargai waktu pulang ke rumah dan waktu kumpul keluarga lebih dari sebelumnya.'

2013 juga ternyata mengajari gue bahwa, jarak pasti akan menimbulkan rindu. Mereka yang ketika SMA lo lihat setiap hari, udah kuliah di tempatnya masing-masing, beda universitas, beda kota, provinsi, bahkan pulau dan beda negara. Ketika kangen mereka, lo udah ga akan bisa seenaknya ketemu mereka besok pagi. Ketika mau cerita sesuatu ke mereka, lo ga akan bisa seenaknya nyamperin mereka dan minta waktu mereka. Jadi, waktu kumpul bareng akan makin selalu dihargai.

2013. Kita semua makin dewasa. Makin tua. Makin sibuk dengan urusan masing-masing. Gue baru masuk kuliah, Mba Gege masih sibuk ngurusin mini skripsi, Ka Puti udah persiapan tugas akhir, Mba Dewi sibuk mengejar deadline skripsi, Anton tahun ini lulus kuliah dan sekarang udah kerja di Kalimantan, Mas Isa tetap gila mengurusi bisnis dengan client-client-nya, Masan dan Masil juga udah punya kesibukan baru masing-masing. Rasanya makin jarang tatap muka sama mereka. Dulu yang hampir tiap hari ketemu, tahun ini udah mulai cuma sebulan atau dua bula sekali kumpul, dan enam bulan terakhir, kumpul bareng bisa dihitung jari, bahkan ga pernah lengkap. It is somehow very sad being the youngest in this little group. I miss you, guys. :'(

Tapi 2013 juga ga lupa untuk memberi keceriaan baru. Mereka, yang bisa dibilang rumah baru. Susah dan senang bareng. Muka yang hampir setiap hari ditemui. Makan bareng, jalan bareng. Kriminologi 2013. Terima kasih ya sudah menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan.

Di 2013, hidup gue menjadi semakin lebih berwarna. Sekali lagi, terima kasih buat kalian yang sudah jadi pelanginya. :)

Gue bukan tipe manusia dengan memaksakan resolusi awal tahun. Bagi gue, resolusi itu gak mengenal waktu. Jadi, semoga 2014 bisa selalu asik dan sekeren bahkan harus lebih keren daripada tahun-tahun sebelumnya. :)


“Tomorrow, is the first blank page of a 365 page book. Write a good one.
 
― Brad Paisley





December 24, 2013

21-12-13

21-12 di tahun ini beda dari tahun-tahun sebelumnya. No surprises, no cake, no you. Tapi tahun ini ucapan selamat bertambah dari 1 keluarga baru.

Sempet sedih karena tau mereka lagi pada sibuk. Ada yang sibuk uas, ada yang sibuk skripsi, ada yang sibuk ukt, dll. Tapi ternyata alumni smanti '13 yang kuliah di Bandung, lagi pada pulang ke Bogor. Main ke ws, ternyata ada Adit, Sengew, Ari, Farhan, Khodhi, Nadhil, Dana, Septian, sama Chika. 

Jam 2 pagi, dari ws kita caw ke Warkop Tampomas yang di depan VIP. Jam 4 pagi, ga ada tujuan, akhirnya udah pada teler, malah foto-foto gajelas. Hahahha. Makasih ya kalian udah nemenin di tanggal 21. There should be next time for this. :)

gue - dana - khodi - septian - sengew - nadhil - adit



Ga akan lupa sama jasa lampu jalanan yang menerangi
malam, fotonya jadi bagus. hahaha

With Chika.


Tft guys! :)

December 21, 2013

18th

As you grow up, people around you are also growing up.

Happy 18, girl.

I wish life keeps amazing as always, with you guys around me. :)

December 18, 2013

Platonik.

Entah hati ini yang sudah mulai kehabisan ruang

Atau memang rasa itu yang telah menguap habis bersama panasnya kota ini

Rasanya seperti kembali lagi di awal perjumpaan

Atau memang tidak pernah ada awal

Yang jelas, sekali lagi waktu dan jarak kembali menang

Waktu dan jarak kembali menang

Kamu, Saya, Kita platonik.

Selamat malam. :)




Miss.

Pernah suatu saat merasa rindu yang amat hebat. Pernah suatu saat merasa ada sesuatu yang hilang di dalam sini. Mungkin itu mengapa kata miss dalam bahasa Inggris yang berarti rindu, juga berarti hilang. Ketika rindu dengan seseorang atau banyak orang, seperti ada yang hilang di dalam sini. Orang itu, mereka, yang biasa mengisi hari sekarang sudah memiliki kehidupan masing-masing. Orang itu, mereka, yang biasa menjadi pelepas penat sekarang tak lagi terdengar.

Rumah baru sudah menjadi sangat nyaman. Tapi mengapa rumah lama jadi terasa asing? Mungkin memang itu hukumnya?

Saya tidak tahu... dan tidak mau tahu.

Yang jelas, saya rindu dan saya kehilangan.

Orang itu, kalian.  




"Semua kenangan-kenangan yang manis terbayang kembali. Dan aku sadar bahwa semuanya akan... dan harus berlalu. Ada perasaan sayang akan kenangan-kenangan tadi. Aku seolah-olah takut menghadap ke muka dan berhadapan dengan masa kini. Dan masa lampau, terasa nikmatnya."

- Gie

December 7, 2013

Perang telah Memuncak! Kami Perang, Kami Senang, Kami Menang!

PECAAAAAAAAAAH! Satu kata yang bisa menggambarkan malam kemarin di Teater Kolam. Teater Kriminologi 2013 tampil dengan sangat memuaskan di depan seluruh anak FISIP. Bahkan salah satu juri bilang kalau teater Kriminologi adalah satu-satunya penampilan malam itu yang bisa bikin dia mengeluarkan air mata. 




Oiya, gue belum cerita ya tentang teater Kriminologi. Well, dengan tema besar Gelas Maba 2013 yaitu bioskop panggung, kami mendapat undian tema Perang sebagai tema teater yang harus dimainkan. Dengan diskusi yang cukup rumit, akhirnya kami memilih Puputan Margarana sebagai judul teater kami. Alasannya, selain perang Indonesia akan lebih mengena di hati ketika dimainkan, unsur Bali yang diangkat juga bisa menambah nilai plus.

Puputan Margarana adalah perang yang dilakukan oleh rakyat Bali melawan tentara NICA di Desa Marga yang puncaknya terjadi pada tanggal 20 November 1946. Puputan sendiri adalah perang khas Bali yang artinya perang habis-habisan sampai titik darah terakhir. Ketika itu, Bali tidak diakui dalam Perjanjian Linggarjati sebagai bagian dari Indonesia. Namun, bagi rakyat Bali, tidak diakui bukan berarti menghentikan perjuangan dan berkhianat. Maka itu, demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, rakyat Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai kala itu rela perang habis-habisan walau akhirnya Belanda memenangkan pertempuran tersebut karena Bali kalah jumlah dan senjata. 

Teater Kriminologi "Puputan Margarana" menceritakan perang dari perspektif yang berbeda. Sudut pandang yang diambil adalah sudut pandang Desak Putu Kari, istri I Gusti Ngurah Rai yang ditinggal suaminya perang melawan Belanda dan gugur di medan perang. Dari situ, Desak Putu Kari menceritakan bagaimana kesedihannya ditinggal oleh sang suami bertempur melawan Belanda sehingga harus meninggalkan Ia dan keluarganya. Desak Putu Kari pun dimainkan dengan dua perwujudan, yaitu Narator dan Desak Putu Kari-nya sendiri. Narator Desak Putu Kari ditampilkan dengan wujud sesosok Leak (arwah Desak Putu Kari yang menceritakan kejadian saat itu). 

Walaupun udah berkali-kali nonton teaternya ketika running sampai gue yang anak gallery aja hafal beberapa dialog, gue tetap merinding ketika nonton langsung di depan panggung. Semua scene bikin merinding. Apalagi scene perang antara rakyat Bali dengan Belanda yang bahkan dipuji salah satu juri sebagai adegan perang yang sesungguhnya. Scene ketika Desak Putu Kari bertemu untuk terakhirnya dengan I Gusti Ngurah Rai sebelum puputan melawan Belanda juga bikin hampir seluruh penonton nangis terharu. 

Puncak acara malam itu adalah ketika pengumuman pemenang. And yesssssssss, ini yang bikin gue bilang kalau malam itu pecah!!!! Kriminologi tampil sebagai Juara Umum GELAS MABA 2013!!!! Gilaaaaa gilaaaa gilaaa!!! Semua perjuangan yang udah dilakuin hampir 2 bulan terakhir ini berbuah manis banget! Capek, kesel, dan semua uneg-uneg kemarin langsung hilang begitu aja waktu pengumuman ini keluar. Selain itu, banyak juga juara lain yang disabet sama Kriminologi; Juara 1 Parade, Juara 2 Pertunjukan Umum (Teater), Juara 3 Gallery, Best Actor (Rofii a.k.a Pii sebagai I Gusti Ngurah Rai), dan Best Supporting Actor (Rama sebagai Jendral Belanda).

Backstage

Salah satu scene; perang siluet.

Selesai tampil

Tim gallery dan tim nginep PAU tersayang
bersama abang-abang unyu 2011 yang setia bantuin
dan nemenin nginep di PAU

Me with all the trophies.

Lambang kepuasan malam kemarin.

KRIM!!!!
Intinya, malam kemarin itu adalah malam yang super gila, pecah dan senang!!! Dengan tema perang yang diberikan, Kriminologi bisa menyampaikan pesan semangat perjuangan dan senang-senang di saat yang bersamaan. Semua kerja keras akhirnya terbayar. Hampir seminggu selalu nginep di kampus akhirnya berbuah piala. Dan lebih dari itu semua, yang paling penting adalah proses menuju malam puncak kemarin. Bisa kerja bareng, senang-senang, sedih, ketawa, kesel, capek, semuanya bareng. Senang rasanya ketika menuai hasil yang jauh diatas ekspektasi dengan mereka yang berjuang bersama-sama.

Terima kasih untuk Kriminologi 2013 khususnya dan semua senior yang udah selalu support dan 'support', nemenin latihan, bantuin bikin gallery dan setia nonton sampai akhir. Love and proud all over that night! Kami Perang, Kami Senang, Kami Menang!!!  Sayang kalian semua. Banget.





Nah, sekarang perang telah usai. Mari istirahat. Mari kenang jasa mereka yang telah membuat kita semua ada di sini sekarang. Mari simpan semangat ini untuk kemudian hari.



"Tidak diakui bukan berarti berhenti berjuang. Tidak diakui bukan berarti bebas berkhianat."

-Puputan Margarana
Kriminologi UI' 13
6 Desember 2013




December 6, 2013

Perang Sudah Dimulai!

Hari ini, perang dimulai!!! Gallery sudah mulai dibuka, parade sudah dijalani, persembahan sudah diberikan! Satu kata buat hari ini; petjah!!!!! 


Gue dan barong yang isinya Pa Boss {}

Giri - Hatfan - Bopak - Hudana - Ikidiot - Baby Rivana

Persiapan Persembahan. Itu barong isinya Mamat sama Pa Boss

Zanna - Dicky - Gue - Sabrina. Bali nih yeee

Maras - Gue 

Tommy a.k.a Bonge - yang kalau difoto selalu sok ganteng.

Akbar. Tentara sadar kamera.

with Ka Olga

Yang jaga stand. Team gallery dan Musik.
Agung - Jessy - Maras - Dinda - Gue - Jill - Riris - Nicko
Akbar - Bopak
Persembahan dari Kriminologi 2013 @ Teater Kolam

Tunggu kami, besok malam di teater kolam. Buka mata kalian, saksikan perang
dari sudut pandang yang tidak biasa.

Perang belum usai. Masih ada satu lagi medan perang, pertunjukan teater di Teater Kolam besok. 
Tapi walaupun hari ini super capek, hari ini gue sangat puas dan senang. Apapun hasilnya besok, we gave our best. Yang penting senang-senang, ya nggak?

Semangat buat tim Teater besok! Perang belum usai,  mari kita pecahkan Teater Kolam!!!! Kami #SIAPPERANG!!!!

November 29, 2013

The War is Near.




Selama sebulan belakangan, semua perhatian terarah ke event ini. Tenaga, pikiran dan uang. Setiap hari nongkrong di PAU sampai jam 11 malem, bahkan ngambil jatah weekend, ngerjain dekorasi gallery, nontonin anak talent latihan, kadang kalau udah suntuk habis itu ngobrol-ngobrol sambil nemenin yang cowok-cowok ngerokok. Capek, jelas. Tapi entah kenapa selalu menikmati setiap keringat yang dikeluarkan. Bahkan sakit aja dilawan. 

Mungkin karena ada mereka. Mereka, entah sebutannya apa, bisa dibilang kamar, tempat singgah, atau bahkan rumah baru. Mereka yang sekarang selalu ditemui tiap hari, tiap waktu, bahkan sampai sebelum tidur. Mereka, yang mau sama-sama capek demi sesuatu ini. 

Semangat, ya! Perangnya udah deket. Mari bertempur dan bersenang-senang di medan perang! Ayo puputan! :)

November 16, 2013

A Story of A Player One.

I am a game character. I am player one. There's no player two. I'm playing on a hard-difficulty level of game. I was picked by my player. Every chapter and level on this game has its own challenge and obstacle, which is fun but of course, hard to play. And now, I'm playing on the next level of this game. 

This level of game was as far from the final level. But it was hard, though. Luckyly, the developer of this game gave me another cast on every level. There are companions who make it easier and also enemies who make it waaay more difficult. The enemies are tricky. They sometimes act like they help you, but also take you down on the other side. But dont get it wrong, the companions are also complicated. They are there to help you go through this level, but occasionally unhelpful and make your work harder. 

I am reaching halfway of this game. My HP is only half left, but the finish line is still unseen. I am exhausted. Many enemies attacked me and my companions on our way. Time also ticks fastly here. Sometimes you don't realise that the time almost up but you haven't reached several goals yet. The enemies haunt you along with the goals. To restore your HP point also takes a long time. It needs 5-7 hours of sleep. But sleep, in this game, is not a simple thing. Once you chose to sleep, it means you allow 5-7 hours of your time in this level not doing anything while the time keeps ticking, the enemies keep haunting you, and the companions are forcing you to keep playing.

Yes, the time almost up, and I am as far as you can imagine from the final goal of this level. And honestly, I'm stucked. I don't know how to reach the goals and pass this level. Unluckyly, the developer somehow makes this game harder. You can't pause or unpause this game, so the game must go on. You can't restart from the beginning of the level. You can't even save it from the last checkpoint. 

But the developer gives us choice to keep playing or not. I choose to keep playing, because if I don't, I am nothing but electronical thing on this game's chip. That's the only option of this game, to play or not to play. Once you chose to play, you can't stop until you finish the level. No pause, restart or save it to play it later. So give up is absolutely not an option. I must keep playing. Sometime I wish my player use the autopilot to get me to the finish line of this level. But as you can guess, this feature is also not available in this game. The bottomline is, this game is terribly simple, but maybe this is one of the hardest game you'll ever know.

And, oh... i forgot. This is not a game. This is real life. Wake up, kid. The time keeps running.




Selamat Wisuda, Anton!

Selamat wisuda abang tambun rese! Semoga setelah lulus ga tambah brengsek yaaa! Semoga jadi wisudawan yang berguna bagi bangsa, negara dan tumpah darah Indonesia. 


us :*

Bogor, 13 November 2013, Graha Widya Wisuda IPB.

Akhirnya kumpul lagi di wisudanya Anton setelah udah lama ga kumpul bareng. Love y'all! :)

November 6, 2013

Jogja Runaway!

Hari Sabtu kemarin, gue berada di kota Yogyakarta, selama kurang lebih 26 jam. Sabtu sore sampai di Jogja, Minggu sore-nya sudah harus kembali ke Depok tercinta karena di hari Senin ada kuliah yang tidak bisa dilewatkan. Sebenarnya ini perjalanan yang bisa dibilang mendadak karena kepastian berangkat baru hari Rabu minggu kemarin. Gue juga bisa ke Jogja karena nyokap, yang juga ke Jogja buat ketemu temen bisnis, punya tiket ekstra. Karena mendadak juga, gue ga kepikiran untuk bawa apa-apa selain baju. Termasuk kamera. 

Niatnya di sana mau nyamperin Yogie dan Nina, tapi ternyata Neneknya Yogie meninggal, jadi doi harus balik ke Bogor. Waktu bilang di grup smanti kalau gue mau ke Jogja, ternyata Fakhri ngerespon kalau dia sama Dan, yang kuliah di Surabaya, mau pergi ke Jogja juga. Yaudah, jadinya makin rame deh di sana.

Ngapain aja 27 jam di Jogja? Singkatnya,

Jam 3 sore hari Sabtu gue sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta. Setelah sampai, gue pisah sama nyokap dan langsung meluncur ke UGM untuk ketemuan sama Nina. Gue nemenin Nina, yang lagi mengerjakan sesuatu, di UGM sampai jam 7 malam. Karena Nina harus pergi ke undangan nikahan saudaranya dulu, kita sempet pisah di sini. Gue ke Malioboro buat ketemuan sama Dan, Fakhri dan Fajar, Nina pergi ke tempat undangan. Sambil nunggu Nina, kita berempat makan lesehan di Malioboro. Setelah Nina datang, baru lanjut menelusuri jalanan Malioboro. Sekitar jam 10, kita ada di kilometer nol, tempat tugu peringatan Serangan Umum 1 Maret 1947. Foto-foto sebentar dan ngaso-ngaso di sana, setelah itu kita jalan ke arah utara Stasiun Tugu buat ketemuan sama Mita, Andre dan Mamet di Kopi Jos sampai sekitar jam 12. Setelah dari Kopi Jos, kita duduk-duduk di bawah tulisan Jl. Malioboro karena bingung mau kemana. Akhirnya, kita memutuskan untuk pergi ke Alun-Alun Selatan Yogyakarta buat jalan dan makan-makan. Setelah dari sana, Fakhri nginep di kosan Fajar, Dan nginep di kosan temennya, gue nginep di kosan Nina dan baru sampai jam 3 pagi.

Paginya di hari Minggu, gue jalan bareng Nyokap ke Batik Huza karena Nina mau naik ke Dieng. Siang itu gue habiskan untuk (nemenin nyokap) belanja. Siangnya, gue pisah lagi sama nyokap karena nyokap masih nginep di Jogja sedangkan gue harus balik ke Depok maghribnya. Jadi, setelah puas nemenin belanja, gue pergi ke kosan Dyara buat numpang istirahat sebentar sebelum balik. Jam 5 sore gue cabut dari tempat Dyara menuju Stasiun Lempuyangan. Jam 6 kereta berangkat dan jam 3 pagi keesokan harinya, gue selamat sampai Jakarta.

Dan - Gue - Fakhri - Fajar. Di kilometer nol. 


Malioboro. Ceritanya sih buat bukti aja gitu udah
ramean ke Jogja. hahaaha

Terima kasih lah untuk semua yang sudah meramaikan malmingan kemarin di Jogja. Lain kali harus lebih rame ya ke sananya!!! :D


October 26, 2013

.




Untuk sekarang, perjumpaan lewat kata-kata sudah lebih dari cukup. Good morning, kamu! Semangat uts dan lain-lainnya. :)



Salam rindu dari saya.








October 24, 2013

Halo Kalian!

12 Oktober 2013, pukul 20.00 - 02.00, Warung Satpam - Smanti - Warung Seafood. Kurang lama kayaknya melepas kangen sama kalian kemarin. Harus ada next time, ya! Harus!





See you all really soon!

October 20, 2013

Bakti Sosial Kriminologi 2013

Hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2013 kemarin, Kriminologi angkatan 2013 mengadakan bakti sosial ke Panti Tuna Ganda Palsigunung yang berada di daerah Depok. Dalam rangka apa Kriminologi 2013 mengadakan acara ini? Panjang ceritanya. Well, anggap aja acara ini adalah rangkain kegiatan mabim, dan emang begitu, sih. 

Hari itu kami kumpul di parkiran FISIP jam 8, rencananya. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya semua baru kumpul jam 9. Setelah packing dan briefing, kami berangkat menuju panti jam setengah 10. 

Setelah sampai sana, kami langsung disambut ramah oleh pengurus panti dan beberapa anak yang menjadi penghuni di panti itu. Gue pribadi merasa seneng banget dengan mereka yang sangat welcome. Durasi kami di sana gak terlalu lama. Setelah dzuhur, kami semua kembali ke FISIP. Tapi dalam durasi yang singkat itu, kami dapat banyak kesenangan dan pelajaran dari mereka.

Setiap orang punya cerita di sana. Cerita gue sendiri, gue banyak menghabiskan waktu ketika di panti itu dengan salah satu anak di panti itu yang bernama Yayu. Yayu ini merupakan anak berumur 11 tahun yang sejak balita sudah diasuh oleh panti. Diantara semua teman-temannya di panti, bisa dibilang Yayu adalah anak yang paling responsif. Banyak hal yang gue kagumi dari Yayu. Dia selalu semangat, lincah, dan selalu senang walaupun dengan segala keterbatasan yang ada. Satu ketika, gue di bawa ke bagian belakang panti dan diminta duduk berdua oleh Yayu. Di sana, dengan keterbatasan bicaranya, dia bercerita tentang segala hal. Teman-temannya di panti, kesehariannya di panti, dan curhatan-curhatan lucu lainnya. Walaupun awalnya gue nggak ngerti, tapi lama-kelamaan gue menangkap apa yang ingin Yayu ceritakan. 

Dalam hati gue mau nangis. Anak lucu dan lincah kayak gini kok susah dapat akses untuk main dengan teman sebayanya. She, amongst of all, needs friends her age to talk, play, and at least understand her. Dan yang langsung terbesit ketika melihat anak seumuran Yayu dengan kondisi yang masih bisa diusahakan untuk dirawat di rumah; Ini orang tuanya mana, ya....? But who am I to judge? Gue baru ketemu Yayu sekali, pasti ada alasan kenapa Yayu dan teman-teman lainnya justru diasuh oleh Panti.

Intinya, hari itu banyak memeberi gue refleksi hidup dan pelajaran yang amat berharga. Oiya, cekidot nih foto-fotonya.

Ngangkut barang aja udah kayak orang ngajak ribut. 
Konep dan Naufal. Manusia cetrong.

Akbar. Lagi ngangkut dus aja nyadar kamera.
Faidah dan Sabrina.


Lagi nunggu yang lain.

Emma dan anak panti (lupa namanya maaf)

Pi'i keliatan kalem kalo di sini 


Fany
Gue dan Yayu.

Us :*



Terima kasih banyak ya untuk hari itu! Semoga kita makin kompak dan bermanfaat untuk orang lain! :)

October 7, 2013

Kembali dengan Mereka

Malam minggu kemarin, akhirnya gue merasakan kumpul dengan jomblo-jomblo mesum ini lagi. Malmingan kali ini rasanya serba mendadak karena ngajakinnya juga emang tiba-tiba. Tapi ada kesenangan tersendiri ketika tahu semuanya sempetin main walaupun baru selesai dengan urusan masing-masing. Gue yang dari kampus langsung pulang ke rumah dan berangkat ketemu mereka. Rully yang habis menghadiri undangan, setelah sampai rumah langsung berangkat. Iki yang habis ngaterin nyokap dari Jakarta, setelah drop nyokapnya di rumah langsung berangkat lagi. Danang, yang walaupun datangnya telat, tapi sempet-sempetin habis nobar Liverpool berangkat dari Bogor ke Cibinong. Emang ya, kalau udah pada suntuk, ketemu makhluk-makhluk ajaib cuma satu-satunya obat.

Lucunya, objek curhatan walaupun udah lulus SMA, walaupun udah kuliah di masing-masing universitas, walaupun udah kepisah jarak, masih sama. Dasar manusia-manusia ga bisa move on. Rully dengan cintanya yang nggak kesampean sama perempuan di masa SMA, Danang dengan sang mantan yang cerita-ceritanya tetap menohok walaupun udah bertitel mantan, dan Iki dengan perempuan idaman yang sekarang kuliah di seberang provinsi sana. Kalau gue? Ya gue sih cukup mendengar cerita kalian bertiga juga sudah terhibur, kok. Hahahahaha

Intinya, dari jam 9 malam sampai jam 1 pagi bareng kalian Sabtu malam kemarin mulai dari McD sampai ke Kedai Surabi Duren dan ngegossip bareng lagi cukup bikin lupa dunia sesaat. Kalau Babeh ga ngingetin pulang, mungkin gue ga akan pulang kali. Malmingan kemarin juga bikin kangen saat-saat ngobrol di pos satpam Smanti sampai malam padahal masih pakai seragam. 

Kehabisan Surabi Duren, roti bakar + bansus pun jadi.


Terima kasih ya Rully, Iki, Danang yang udah mau ngeladenin rikues anak sedeng ini buat nemenin malam mingguan walaupun tugas kalian banyak. There must be next time for this, ok! :)



Bandung Runaway

Rasa kangen sama kota yang selalu bikin kangen ini akhirnya terobati kemarin. Walaupun terhitung ekspress karena berangkat pagi pulang siang, tapi bisa keluar dari kota Depok yang terik dan sumpek walau cuma hitungan jam tetap jadi hiburan tersendiri buat gue. 

Hari Jum'at kemarin gue melakukan sebuah jalan-jalan singkat ke Bandung, sendiri. Dari pemikiran tiba-tiba di hari Senin lalu untuk refreshing, dengan otomatis kota ini muncul pertama kali di kepala gue. Tapi sebenernya ini bukan pure jalan-jalan, sih. Gue memanfaatkan moment MoU dengan SMA 3 Bandung untuk satu acara di FISIP. Begitu tau Bandung yang jadi kota sasarannya, gue dengan senang hati mengajukan diri sebagai orang yang bersedia pergi ke Smanti Bandung untuk mengantarkan surat MoU.

Terlepas dari itu, gue selalu menikmati setiap sudut kota ini. Ada rasa kangen yang amat sangat ketika kemarin gue menelusuri jalan Riau, Belitung, Sumatera dan jalan-jalan kecil dengan pohon rindang lainnya yang ada di sekitaran sana. Entah kangen sama suasananya, sejuknya, atau orang yang dulu suka ngajak jalan-jalan ke sana #eh.

Jalan Belitung. Sepanjang jalan kenangan, kita selalu.... #eh


Setelah selesai urusan dengan Smanti Bandung, gue lanjut ke Dago untuk makan siang dan ketemuan sama makhluk ajaib yang kebetulan sepupuan sama gue, Dio. Oiya, ada yang bikin gue senyum-senyum sendiri dari pertemuan kemarin sama Dio. Setelah lulus kuliah kemarin, Dio langsung bekerja di satu Law Firm di Bandung. Makanya, sekarang anak monyet ini udah nggak sebebas dulu untuk urusan diajak main. Kemarin aja cuma ketemu satu jam karena itu waktu istirahat dia. Kalau biasanya main sama Dio, doi pake baju seenak jidat aja. Kaos, jeans, sandal. Kalau kemarin, yang bikin senyum-senyum sendiri, doi pake kemeja rapi, celana bahan kinclong, dan dasi (dan setahu gue dia itu bego banget kalau pake dasi). Obrolan pun juga beda, kemarin Dio ngebahas tentang kerjaan dia, gue cerita tentang kampus. Obrolan bukan lagi seputar candaan ga berotak dan ga berisi dua anak kecil yang kalau udah main bakalan lupa dunia. So, it was funny  to see how people change through their age and their job now. 

Jam 2 siang gue udah di perjalanan pulang menuju Depok. Singkat banget, terhitung cuma 6 jam di Bandung tapi selalu ada kesan tersendiri kalau berkunjung ke kota ini. Stay calm ya, Bandung. Tunggu gue main ke sana lagi. :)



September 27, 2013

Musuh Baru

Udah 2 minggu aja ngga posting apa-apa di sini. Kayaknya doi udah biasa ditinggal pemiliknya yang biasanya suka nyampah di sini setiap waktu ya. 

Alasan masih tetap sama, masih belajar untuk menikmati masa-masa menjadi mahasiswa baru. 1 bulan menjadi maba, hidup makin gila aja. Tugas, ospek jurusan, pertandingan Olimfis, dan kelayapan. Tapi justru di sini bagian asiknya. Kalau semisalnya ada mata kuliah Self Time and Money Management, pasti nilai gue udah E atau F. Pengeluaran banyak banget, keteteran menyelaraskan waktu, dan selalu jadi deadliner ketika tugas jadi musuh semua maba, atau bahkan mahasiswa. Padahal, dulu udah bertekad nggak mau jadi deadliner. Tapi ya, kalau kata Bopung a.k.a Kokok a.k.a Reza, semua itu indah kalau dinikmati dan dibawa santai. 

Sebulan menjadi maba, terhitung udah 4 kali cabut kelas: 1 kali cabut buat Olimfis, 3 kali bangun kesiangan. Selama sebulan juga, pernah 5 kali kuliah pagi ga mandi gara-gara bangun siang juga. Bangun pagi juga sekarang jadi musuh baru gue. Mentang-mentang kosan deket kampus, sekarang bangun atau tidur jadi lebih seenak udel. Kalau dulu waktu SMA, selesai sholat subuh ya nggak tidur lagi, langsung mandi terus berangkat ke sekolah. Kalau sekarang, abis sholat subuh masih punya waktu lebih dari 2 jam buat tidur atau berleha-leha, dan gue selalu memanfaatkan penuh hal itu. Tapi brengseknya, selama satu semester ini, Senin-Jum'at kuliah dan selalu dapat kelas pagi jam 8. 

Permusuhan abadi antara gue dan rasa kantuk di kelas juga ternyata tetap berlanjut ke masa kuliah. Kalau waktu di sekolah, semua manusia Smanti rasanya udah maklumin kalau gue tidur di kelas, sampe ngeces. Bahkan guru aja udah males bangunin kalau gue udah (ke)tidur(an) di kelas karena mereka tau kemungkinanannya cuma dua; ga bangun atau kebangun tapi tidur lagi. Tapi ajaibnya, ketika SMA gue jarang kegep tidur karena kelas ips punya spot di mana kalau lo tidur di spot itu, lo ga akan ketauan. 

Beda lagi ketika kuliah. Ada dosen yang ga suka mahasiswanya tidur, ada juga dosen yang bodo amat mahasiswanya mau ngorok atau kayang. Gue udah dibangunin 3 dosen gara-gara tidur di kelas mereka. Jadi sekarang, muka gue sudah diapal sama mereka. Dan ternyata orang Bogor di Kriminologi punya reputasi sendiri sebagai tukang tidur di kelas. Yanto, manusia yang jago banget main bola, bilang 'Lo mah dimana-mana ngantuk, Ghas. Lagi kelas Olahraga aja bisa molor.' Tapi ya mau gimana lagi, semua dosen berasa Jigglypuff kalau lagi nerangin depan kelas. Jadi suka lucu sendiri aja kalau waktu SMA dulu, buka @yeahmahasiswa terus ngakak sendiri kalau sekarang justru mengalami hal yang pernah mereka twit. 

Untungnya anak krim otaknya ga waras semua, jadi selalu ada yang bisa bikin awet muda setiap hari. Dan sekarang biadabers juga makin jarang ngumpul karena kesibukan masing-masing. Mas Isa kerja, Masan sibuk nyari jodoh, Anton pengacara yang sibuk, Mba Gege, Acid, Mas Eng dan Ka Puti udah mulai memikirkan skripsi, Teh Dewi dan Mas Kiwil yang sibuk beresin skripsi dan gue anak kecil nyangsang di Depok yang lagi sok sibuk banget sama dunia baru kuliah. Tapi rasa kangen selalu terobati dengan melihat chat-chat mereka di grup. Jadi benar adanya ketika lo sibuk dan jarang kumpul bersama mereka yang biasa lo liat setiap hari, dengerin suara mereka via telepon aja tetap jadi obat rasa kangen. 

Sebulan ini udah banyak banget ngasih gue pengalaman baru yang asik, menyenangkan, brengsek. Tapi balik lagi ke omongan Bopung tadi, yang penting dinikmatin dan dibawa santai. Ayo jadi self-manager yang baik, Ghas!

September 13, 2013

eF I eS I Pe

10 hari tidak ada postingan baru terhitung lama untuk seorang gue yang gemar sekali buang sampah di blog ini. Iya, maklum, maba sih. Ceritanya, masih adaptasi di tempat baru.

Jadi mahasiswa baru di Fakultas Ilang Sinyal Ilang Provider ini nggak gampang. Selain dicekokkin sama kehidupan belajar baru a la kampus dengan segala mata kuliah yang bener-bener butuh otak, kadang abstrak dan rasanya mau pindahin kasur ke dalam kelas, kehidupan baru maba juga dipenuhi dengan oprec-oprec (Open Recruitment) berbagai macam komunitas atau kepanitiaan. Dan juga, masih ada satu hal yang tidak bisa ditinggal, yaitu ospek jurusan. Merasa berat? Belum. Di Fakultas tersayang ini, ada semacam Olimpiade olahraga untuk para maba yang pelaksanaannya sudah dimulai sejak minggu kedua menjadi (katanya) mahasiswa. Jadi ya.... dilema maba di fakultas ini adalah niat kuliah yang lurus demi IP pertama yang bagus, tapi juga mau jadi panitia-panitia di acara tertentu demi 'pengalaman baru', sambil mengerjakan tuigas kuliah serta deadline ospek jurusan, dan menjadi 'atlet baru' yang membawa nama jurusan di olimpiade. Oiya, dibold ya, semuanya bisa terjadi di hari yang sama. 

Tapi, seribet apapun hidup lo sekarang, Tuhan selalu mengirimkan orang-orang terbaikNya yang selalu bisa bikin senyum sampai ketawa lebar. Tebak siapa? Tebak hayoooo. K13. 

Oiya, dua minggu jadi maba juga sudah menginspirasi gue dengan banyak sekali hal yang intinya, gue pengen balik nulis lagi. Sudah lama otak dan tangan ini nganggur nulis sesuatu yang 'berisi' dikit. Ujung-ujungnya selalu berakhir jadi draft blog, bahkan pikiran sendiri.  Jadi, gue mau (belajar) nulis lagi! 

Intinya, jadi maba itu enak, tapi berat kalau dijalanin (sendirian). Semoga bisa jadi orang yang produktif lagi ya!




Btw, semangat ya Kriminologi '13 buat mabim dan Olimpiade fisyippp!  Mari hitamkan Olimfis 2013!

September 2, 2013






"Sebab malam adalah kerinduan-kerinduan, yang tak bertuan. Dan kita adalah manusia tanpa tapi, yang harus menurut pada takdir Ilahi."

- Tia Setiawati Pakualam









August 31, 2013

Jaket Kuning, Makara Jingga.

3 tahun yang lalu, 6 tahun yang lalu, masih mimpi pakai jaket almamater ini. Persis kemarin, gue sudah menjadi pemilik resmi jaket ini. :)

Yang paling kanan dan kiri,
udah bermimpi  dan berjuang bareng dari 6 tahun lalu.
Chika, manusia ajaib yang nyebelin, tapi
udah 6 tahun kenal tetep aja ga bisa pisah.

Jaket kuning, Makara jingga :)

Oiya, ada yang keliatan beda? Iya, alhamdulillah sekarang gue udah berjilbab. :)