October 26, 2013

.




Untuk sekarang, perjumpaan lewat kata-kata sudah lebih dari cukup. Good morning, kamu! Semangat uts dan lain-lainnya. :)



Salam rindu dari saya.








October 24, 2013

Halo Kalian!

12 Oktober 2013, pukul 20.00 - 02.00, Warung Satpam - Smanti - Warung Seafood. Kurang lama kayaknya melepas kangen sama kalian kemarin. Harus ada next time, ya! Harus!





See you all really soon!

October 20, 2013

Bakti Sosial Kriminologi 2013

Hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2013 kemarin, Kriminologi angkatan 2013 mengadakan bakti sosial ke Panti Tuna Ganda Palsigunung yang berada di daerah Depok. Dalam rangka apa Kriminologi 2013 mengadakan acara ini? Panjang ceritanya. Well, anggap aja acara ini adalah rangkain kegiatan mabim, dan emang begitu, sih. 

Hari itu kami kumpul di parkiran FISIP jam 8, rencananya. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya semua baru kumpul jam 9. Setelah packing dan briefing, kami berangkat menuju panti jam setengah 10. 

Setelah sampai sana, kami langsung disambut ramah oleh pengurus panti dan beberapa anak yang menjadi penghuni di panti itu. Gue pribadi merasa seneng banget dengan mereka yang sangat welcome. Durasi kami di sana gak terlalu lama. Setelah dzuhur, kami semua kembali ke FISIP. Tapi dalam durasi yang singkat itu, kami dapat banyak kesenangan dan pelajaran dari mereka.

Setiap orang punya cerita di sana. Cerita gue sendiri, gue banyak menghabiskan waktu ketika di panti itu dengan salah satu anak di panti itu yang bernama Yayu. Yayu ini merupakan anak berumur 11 tahun yang sejak balita sudah diasuh oleh panti. Diantara semua teman-temannya di panti, bisa dibilang Yayu adalah anak yang paling responsif. Banyak hal yang gue kagumi dari Yayu. Dia selalu semangat, lincah, dan selalu senang walaupun dengan segala keterbatasan yang ada. Satu ketika, gue di bawa ke bagian belakang panti dan diminta duduk berdua oleh Yayu. Di sana, dengan keterbatasan bicaranya, dia bercerita tentang segala hal. Teman-temannya di panti, kesehariannya di panti, dan curhatan-curhatan lucu lainnya. Walaupun awalnya gue nggak ngerti, tapi lama-kelamaan gue menangkap apa yang ingin Yayu ceritakan. 

Dalam hati gue mau nangis. Anak lucu dan lincah kayak gini kok susah dapat akses untuk main dengan teman sebayanya. She, amongst of all, needs friends her age to talk, play, and at least understand her. Dan yang langsung terbesit ketika melihat anak seumuran Yayu dengan kondisi yang masih bisa diusahakan untuk dirawat di rumah; Ini orang tuanya mana, ya....? But who am I to judge? Gue baru ketemu Yayu sekali, pasti ada alasan kenapa Yayu dan teman-teman lainnya justru diasuh oleh Panti.

Intinya, hari itu banyak memeberi gue refleksi hidup dan pelajaran yang amat berharga. Oiya, cekidot nih foto-fotonya.

Ngangkut barang aja udah kayak orang ngajak ribut. 
Konep dan Naufal. Manusia cetrong.

Akbar. Lagi ngangkut dus aja nyadar kamera.
Faidah dan Sabrina.


Lagi nunggu yang lain.

Emma dan anak panti (lupa namanya maaf)

Pi'i keliatan kalem kalo di sini 


Fany
Gue dan Yayu.

Us :*



Terima kasih banyak ya untuk hari itu! Semoga kita makin kompak dan bermanfaat untuk orang lain! :)

October 7, 2013

Kembali dengan Mereka

Malam minggu kemarin, akhirnya gue merasakan kumpul dengan jomblo-jomblo mesum ini lagi. Malmingan kali ini rasanya serba mendadak karena ngajakinnya juga emang tiba-tiba. Tapi ada kesenangan tersendiri ketika tahu semuanya sempetin main walaupun baru selesai dengan urusan masing-masing. Gue yang dari kampus langsung pulang ke rumah dan berangkat ketemu mereka. Rully yang habis menghadiri undangan, setelah sampai rumah langsung berangkat. Iki yang habis ngaterin nyokap dari Jakarta, setelah drop nyokapnya di rumah langsung berangkat lagi. Danang, yang walaupun datangnya telat, tapi sempet-sempetin habis nobar Liverpool berangkat dari Bogor ke Cibinong. Emang ya, kalau udah pada suntuk, ketemu makhluk-makhluk ajaib cuma satu-satunya obat.

Lucunya, objek curhatan walaupun udah lulus SMA, walaupun udah kuliah di masing-masing universitas, walaupun udah kepisah jarak, masih sama. Dasar manusia-manusia ga bisa move on. Rully dengan cintanya yang nggak kesampean sama perempuan di masa SMA, Danang dengan sang mantan yang cerita-ceritanya tetap menohok walaupun udah bertitel mantan, dan Iki dengan perempuan idaman yang sekarang kuliah di seberang provinsi sana. Kalau gue? Ya gue sih cukup mendengar cerita kalian bertiga juga sudah terhibur, kok. Hahahahaha

Intinya, dari jam 9 malam sampai jam 1 pagi bareng kalian Sabtu malam kemarin mulai dari McD sampai ke Kedai Surabi Duren dan ngegossip bareng lagi cukup bikin lupa dunia sesaat. Kalau Babeh ga ngingetin pulang, mungkin gue ga akan pulang kali. Malmingan kemarin juga bikin kangen saat-saat ngobrol di pos satpam Smanti sampai malam padahal masih pakai seragam. 

Kehabisan Surabi Duren, roti bakar + bansus pun jadi.


Terima kasih ya Rully, Iki, Danang yang udah mau ngeladenin rikues anak sedeng ini buat nemenin malam mingguan walaupun tugas kalian banyak. There must be next time for this, ok! :)



Bandung Runaway

Rasa kangen sama kota yang selalu bikin kangen ini akhirnya terobati kemarin. Walaupun terhitung ekspress karena berangkat pagi pulang siang, tapi bisa keluar dari kota Depok yang terik dan sumpek walau cuma hitungan jam tetap jadi hiburan tersendiri buat gue. 

Hari Jum'at kemarin gue melakukan sebuah jalan-jalan singkat ke Bandung, sendiri. Dari pemikiran tiba-tiba di hari Senin lalu untuk refreshing, dengan otomatis kota ini muncul pertama kali di kepala gue. Tapi sebenernya ini bukan pure jalan-jalan, sih. Gue memanfaatkan moment MoU dengan SMA 3 Bandung untuk satu acara di FISIP. Begitu tau Bandung yang jadi kota sasarannya, gue dengan senang hati mengajukan diri sebagai orang yang bersedia pergi ke Smanti Bandung untuk mengantarkan surat MoU.

Terlepas dari itu, gue selalu menikmati setiap sudut kota ini. Ada rasa kangen yang amat sangat ketika kemarin gue menelusuri jalan Riau, Belitung, Sumatera dan jalan-jalan kecil dengan pohon rindang lainnya yang ada di sekitaran sana. Entah kangen sama suasananya, sejuknya, atau orang yang dulu suka ngajak jalan-jalan ke sana #eh.

Jalan Belitung. Sepanjang jalan kenangan, kita selalu.... #eh


Setelah selesai urusan dengan Smanti Bandung, gue lanjut ke Dago untuk makan siang dan ketemuan sama makhluk ajaib yang kebetulan sepupuan sama gue, Dio. Oiya, ada yang bikin gue senyum-senyum sendiri dari pertemuan kemarin sama Dio. Setelah lulus kuliah kemarin, Dio langsung bekerja di satu Law Firm di Bandung. Makanya, sekarang anak monyet ini udah nggak sebebas dulu untuk urusan diajak main. Kemarin aja cuma ketemu satu jam karena itu waktu istirahat dia. Kalau biasanya main sama Dio, doi pake baju seenak jidat aja. Kaos, jeans, sandal. Kalau kemarin, yang bikin senyum-senyum sendiri, doi pake kemeja rapi, celana bahan kinclong, dan dasi (dan setahu gue dia itu bego banget kalau pake dasi). Obrolan pun juga beda, kemarin Dio ngebahas tentang kerjaan dia, gue cerita tentang kampus. Obrolan bukan lagi seputar candaan ga berotak dan ga berisi dua anak kecil yang kalau udah main bakalan lupa dunia. So, it was funny  to see how people change through their age and their job now. 

Jam 2 siang gue udah di perjalanan pulang menuju Depok. Singkat banget, terhitung cuma 6 jam di Bandung tapi selalu ada kesan tersendiri kalau berkunjung ke kota ini. Stay calm ya, Bandung. Tunggu gue main ke sana lagi. :)