December 31, 2013

2013

Dalam hitungan jam, 365 lembar halaman 2013 akan ditutup dan semua akan dimulai dari 0, kata mereka yang mengagung-agungkan resolusi tahun baru. 

2013 bisa gue bilang sebagi awal baru hidup gue sampai sekarang. Ada dua masa yang berbeda yang gue jalani sepanjang 2013. Masa akhir sebagai anak SMA dengan segala ceritanya, dan masa awal sebagai mahasiswa baru di kampus yang katanya kampus impian semua orang. Dan, menjadi mahasiswa ternyata memberi gue banyak pengalaman dan pemikirian baru dalam hidup.

2013 seperti tahun-tahun sebelumnya selalu memberi pengalaman baru dan pelajaran hidup. Ketika di 2012 lalu mental gue benar-benar digojlok dengan berbagai macam hal, di 2013 ini hidup gue nggak se-ekstrim tahun lalu. Tahun ini, gue seperti di'hajar' untuk belajar mandiri, memilih dan menghargai.  

Seperti yang gue bilang sebelumnya, jadi mahasiswa berarti juga lo udah dicap masyarakat sebagai manusia dewasa yang mandiri. Tahun ini, gue mulai ngekos dan mulai menjalani kehidupan mahasiswa yang ketika SMA dulu cuma bisa gue bayangin lewat twit @yeahmahasiswa. Mulai hidup sendiri ternyata asik. Lo, bisa menentukan segalanya sendiri. Mau pulang jam berapa, mau makan apa, mau pergi ke mana, ga akan ada yang mantau lo secara langsung seperti ketika lo tinggal serumah dengan orang tua. Asik, tapi ya begitu. Dengan mulai dilepasnya diri lo, tanggung jawab yang ada di diri lo dan sekitar udah mulai jadi tanggung jawab lo. Dari situ, lo akan belajar untuk memilih dengan bijak. 

2013 ini gue juga semakin diajari untuk saling menghargai. Lingkungan yang semakin plural akan membuat lo semakin sadar tentang perbedaan. Menghargai di sini juga berarti menghargai orang-orang yang ada buat lo sebelum lo ada di lingkungan baru. Masuk UI, masuk FISIP, masuk Kriminologi, pasti ketemu dengan orang baru. Jumlahnya juga nggak sedikit. Masa adaptasi juga bukan masa yang selalu menyenangkan. Orang baru juga nggak selamanya cocok dengan idealisme atau prinsip hidup lo. Kadang mereka bikin lo penat dan pengen jauh-jauh dari kampus. Untungnya selalu ada mereka yang selalu bersedia untuk meladeni permintaan lo yang kadang-kadang mendadak dan macem-macem. Mereka yang masih menyempatkan waktunya untuk sekedar ketemu dan makan bareng walaupun tahu kita sama-sama sibuk. Dan yang terpenting, 2013 juga telah membuka mata gue tentang pentingnya rumah dan keluarga. As Mas Kiwil said before: 'Kalau mahasiswa, pasti akan lebih mengerti dan menghargai waktu pulang ke rumah dan waktu kumpul keluarga lebih dari sebelumnya.'

2013 juga ternyata mengajari gue bahwa, jarak pasti akan menimbulkan rindu. Mereka yang ketika SMA lo lihat setiap hari, udah kuliah di tempatnya masing-masing, beda universitas, beda kota, provinsi, bahkan pulau dan beda negara. Ketika kangen mereka, lo udah ga akan bisa seenaknya ketemu mereka besok pagi. Ketika mau cerita sesuatu ke mereka, lo ga akan bisa seenaknya nyamperin mereka dan minta waktu mereka. Jadi, waktu kumpul bareng akan makin selalu dihargai.

2013. Kita semua makin dewasa. Makin tua. Makin sibuk dengan urusan masing-masing. Gue baru masuk kuliah, Mba Gege masih sibuk ngurusin mini skripsi, Ka Puti udah persiapan tugas akhir, Mba Dewi sibuk mengejar deadline skripsi, Anton tahun ini lulus kuliah dan sekarang udah kerja di Kalimantan, Mas Isa tetap gila mengurusi bisnis dengan client-client-nya, Masan dan Masil juga udah punya kesibukan baru masing-masing. Rasanya makin jarang tatap muka sama mereka. Dulu yang hampir tiap hari ketemu, tahun ini udah mulai cuma sebulan atau dua bula sekali kumpul, dan enam bulan terakhir, kumpul bareng bisa dihitung jari, bahkan ga pernah lengkap. It is somehow very sad being the youngest in this little group. I miss you, guys. :'(

Tapi 2013 juga ga lupa untuk memberi keceriaan baru. Mereka, yang bisa dibilang rumah baru. Susah dan senang bareng. Muka yang hampir setiap hari ditemui. Makan bareng, jalan bareng. Kriminologi 2013. Terima kasih ya sudah menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan.

Di 2013, hidup gue menjadi semakin lebih berwarna. Sekali lagi, terima kasih buat kalian yang sudah jadi pelanginya. :)

Gue bukan tipe manusia dengan memaksakan resolusi awal tahun. Bagi gue, resolusi itu gak mengenal waktu. Jadi, semoga 2014 bisa selalu asik dan sekeren bahkan harus lebih keren daripada tahun-tahun sebelumnya. :)


“Tomorrow, is the first blank page of a 365 page book. Write a good one.
 
― Brad Paisley





No comments:

Post a Comment