December 7, 2013

Perang telah Memuncak! Kami Perang, Kami Senang, Kami Menang!

PECAAAAAAAAAAH! Satu kata yang bisa menggambarkan malam kemarin di Teater Kolam. Teater Kriminologi 2013 tampil dengan sangat memuaskan di depan seluruh anak FISIP. Bahkan salah satu juri bilang kalau teater Kriminologi adalah satu-satunya penampilan malam itu yang bisa bikin dia mengeluarkan air mata. 




Oiya, gue belum cerita ya tentang teater Kriminologi. Well, dengan tema besar Gelas Maba 2013 yaitu bioskop panggung, kami mendapat undian tema Perang sebagai tema teater yang harus dimainkan. Dengan diskusi yang cukup rumit, akhirnya kami memilih Puputan Margarana sebagai judul teater kami. Alasannya, selain perang Indonesia akan lebih mengena di hati ketika dimainkan, unsur Bali yang diangkat juga bisa menambah nilai plus.

Puputan Margarana adalah perang yang dilakukan oleh rakyat Bali melawan tentara NICA di Desa Marga yang puncaknya terjadi pada tanggal 20 November 1946. Puputan sendiri adalah perang khas Bali yang artinya perang habis-habisan sampai titik darah terakhir. Ketika itu, Bali tidak diakui dalam Perjanjian Linggarjati sebagai bagian dari Indonesia. Namun, bagi rakyat Bali, tidak diakui bukan berarti menghentikan perjuangan dan berkhianat. Maka itu, demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, rakyat Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai kala itu rela perang habis-habisan walau akhirnya Belanda memenangkan pertempuran tersebut karena Bali kalah jumlah dan senjata. 

Teater Kriminologi "Puputan Margarana" menceritakan perang dari perspektif yang berbeda. Sudut pandang yang diambil adalah sudut pandang Desak Putu Kari, istri I Gusti Ngurah Rai yang ditinggal suaminya perang melawan Belanda dan gugur di medan perang. Dari situ, Desak Putu Kari menceritakan bagaimana kesedihannya ditinggal oleh sang suami bertempur melawan Belanda sehingga harus meninggalkan Ia dan keluarganya. Desak Putu Kari pun dimainkan dengan dua perwujudan, yaitu Narator dan Desak Putu Kari-nya sendiri. Narator Desak Putu Kari ditampilkan dengan wujud sesosok Leak (arwah Desak Putu Kari yang menceritakan kejadian saat itu). 

Walaupun udah berkali-kali nonton teaternya ketika running sampai gue yang anak gallery aja hafal beberapa dialog, gue tetap merinding ketika nonton langsung di depan panggung. Semua scene bikin merinding. Apalagi scene perang antara rakyat Bali dengan Belanda yang bahkan dipuji salah satu juri sebagai adegan perang yang sesungguhnya. Scene ketika Desak Putu Kari bertemu untuk terakhirnya dengan I Gusti Ngurah Rai sebelum puputan melawan Belanda juga bikin hampir seluruh penonton nangis terharu. 

Puncak acara malam itu adalah ketika pengumuman pemenang. And yesssssssss, ini yang bikin gue bilang kalau malam itu pecah!!!! Kriminologi tampil sebagai Juara Umum GELAS MABA 2013!!!! Gilaaaaa gilaaaa gilaaa!!! Semua perjuangan yang udah dilakuin hampir 2 bulan terakhir ini berbuah manis banget! Capek, kesel, dan semua uneg-uneg kemarin langsung hilang begitu aja waktu pengumuman ini keluar. Selain itu, banyak juga juara lain yang disabet sama Kriminologi; Juara 1 Parade, Juara 2 Pertunjukan Umum (Teater), Juara 3 Gallery, Best Actor (Rofii a.k.a Pii sebagai I Gusti Ngurah Rai), dan Best Supporting Actor (Rama sebagai Jendral Belanda).

Backstage

Salah satu scene; perang siluet.

Selesai tampil

Tim gallery dan tim nginep PAU tersayang
bersama abang-abang unyu 2011 yang setia bantuin
dan nemenin nginep di PAU

Me with all the trophies.

Lambang kepuasan malam kemarin.

KRIM!!!!
Intinya, malam kemarin itu adalah malam yang super gila, pecah dan senang!!! Dengan tema perang yang diberikan, Kriminologi bisa menyampaikan pesan semangat perjuangan dan senang-senang di saat yang bersamaan. Semua kerja keras akhirnya terbayar. Hampir seminggu selalu nginep di kampus akhirnya berbuah piala. Dan lebih dari itu semua, yang paling penting adalah proses menuju malam puncak kemarin. Bisa kerja bareng, senang-senang, sedih, ketawa, kesel, capek, semuanya bareng. Senang rasanya ketika menuai hasil yang jauh diatas ekspektasi dengan mereka yang berjuang bersama-sama.

Terima kasih untuk Kriminologi 2013 khususnya dan semua senior yang udah selalu support dan 'support', nemenin latihan, bantuin bikin gallery dan setia nonton sampai akhir. Love and proud all over that night! Kami Perang, Kami Senang, Kami Menang!!!  Sayang kalian semua. Banget.





Nah, sekarang perang telah usai. Mari istirahat. Mari kenang jasa mereka yang telah membuat kita semua ada di sini sekarang. Mari simpan semangat ini untuk kemudian hari.



"Tidak diakui bukan berarti berhenti berjuang. Tidak diakui bukan berarti bebas berkhianat."

-Puputan Margarana
Kriminologi UI' 13
6 Desember 2013




No comments:

Post a Comment