December 16, 2014

Memori

Epic legend bromance Smanti, tak terpisahkan sejak SMP sampai kuliah.
hahaha



Hampir dua tahun yang lalu video ini dibuat oleh gue, Nina, Meges dan Ridho. Ide pembuatan video ini juga sangat mendadak, hanya sekitar dua bulan sebelum kami semua lulus SMA. Dari ke-serba-mendadak-an, gue cukup bersyukur karena bisa menciptakan tren video akhir tahun, apapun formatnya, ke angkatan-angkatan setelah gue.

Ada perasaan yang campur aduk setiap kali menonton video ini. Kangen, pasti. Pengen ngulang masa itu? Iya banget. Yang jelas, setiap kali gue nonton video ini, gue senang. Senang karena gue punya memori SMA yang sangat menyenangkan., yang selalu bisa gue banggakan.

Mungkin ini yang orang sering bilang dengan ‘rasanya baru kemarin’. Iya, rasanya baru kemarin masih pakai seragam SMA. Rasanya baru kemarin setiap hari senin harus upacara. Rasanya baru kemaren dihukum karena telat dan gak pakai ikat pinggang. Rasanya baru kemarin dilantik menjadi ketua OSIS. Rasanya baru kemarin cabut kelas dan sembunyi di UKS. Rasanya baru kemarin melakukan bandel-bandel khas anak SMA. Iya, semua rasanya baru kemarin.

Kalau banyak orang bilang masa SMA adalah masa paling menyenangkan dan mudah, gue setuju. Meskipun baru ‘makan’ bangku kuliah selama 3 semester dan belum menyentuh dunia kerja yang katanya adalah dunia sesungguhnya, gue meyakini, dan mengalami, jika masa SMA adalah masa singkat paling indah. Selain indah juga mudah, ketika hari itu yang ditakuti adalah pr yang belum tuntas dikerjakan, ketika waktu paling menyenangkan adalah pukul 14.30 saat waktu sekolah usai, ketika ujian masih sesederhana opsi A,B,C,D, ketika pembagian rapor masih menjadi tanggung jawab orang tua.

Video ini banyak menampilkan repetisi mata dan tawa. Filosofinya sih, kebahagiaan paling tulus katanya bisa dilihat lewat mata dan tawa. Seperti yang gue sebutkan di atas, gue selalu senang melihat video ini. Lewat video ini gue selalu merasa dekat dengan mereka, yang sekarang sudah banyak merantau ke Jogja, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, bahkan Makassar untuk kuliah. Rasanya baru kemarin menghampiri mereka satu per satu di kelas masing-masing.

Entah kenapa gue tiba-tiba menulis postingan ini.  Mungkin karena terbawa perasaan ketika menonton video ini lagi, atau mungkin karena gue sedang jenuh dengan dunia gue sekarang dan tiba-tiba kangen mudahnya hidup sebagai pelajar berseragam putih abu. Satu hal yang pasti, sebagai sebuah potongan anugerah, memori kalian di otak ini selalu gue jaga dengan apik.

3 tahun itu mungkin terasa sangat singkat, tapi gue selalu bersyukur bahwa 3 tahun itu gue miliki untuk selamanya. Being with you all, in that school, with those many awesome things is one of my most awesome years in this life. 3 tahun itu mungkin tidak bisa diulang, tapi selalu bisa dikenang.


 When I find myself fading, I close my eyes and realize my friends are my energy.


Quotes asal comot yang ditaruh di akhir video. Intinya quotes ini menggambarkan ketika SMA, kita pernah berjuang bersama, jatuh bersama, senang bersama dan saling sadar bahwa kita adalah energi dari masing-masing keniscayaan yang pernah ada.


In the end,

Terima kasih untuk kalian yang menjadi potongan memori manis gue. 

No comments:

Post a Comment