February 26, 2015

Ini Aksiku, Mana Aksimu?

Postingan ini adalah bentuk penepatan janji untuk bercerita tentang satu bulan aksi GUIM 4 yang diadakan pada 8 Januari – 1 Februari 2015 lalu. Kalau boleh bilang, satu laman ini tidak akan cukup untuk menceritakan semua pengalaman yang gue alami kemarin. Kenal istilah ‘a picture worth a thousand words’ kan? Hehehehe.


Jadi, pengalaman-pengalamannya diceritakan lewat foto, ya!

Salah satu momen yang bikin kangen; makan bareng!!! 
Saat melakukan kunjungan ke salah satu rumah murid di kampung Ciputat.
Untuk sekolah, mereka harus menembus hutan,
menyebrangi sungai dan sawah, dan berjalan melintasi bukit yang berbeda.

Anak kelas 1 ketika mengikuti kelas menggambar yang merupakan salah satu
rangkaian di kegiatan Sabtu Ceria.

Bersama anak-anak kelas 4 SDN Puncakmanggu. Salah satu kelas yang
berisi anak-anak paling hiperaktif yang pernah gue lihat. :") 
Masa-masa awal, masih pada malu buat bencengkrama. Hehehe.

Salah satu program kami juga, yaitu Rumah Pelangi; ruangan yang berfungsi
sebagai taman bacaan bagi anak-anak. Ini foto ketika kami selesai mendeko-
rasi ulang ruangan yang tidak terpakai di SDN Puncakmanggu dan dialih-
fungsikan sebagai Rumah Pelangi.

Dalam kegiatan Indahnya Alamku. Setiap hari Minggu, kami melakukan
kegiatan jalan-jalan bersama anak-anak.

Jalan-jalan sore. Kira-kira beginilah sua-
sana di Desa Balekambang.

Susur hutan, literally hutan.

Satu hal yang perlu dicatat, anak-anak SD ini jauh lebih jago dalam hal
olahraga dibandingkan kami yang mahasiswa. :) 
Anak-anak dan pemandangan indah. Dua hal yang setiap hari gue dapatkan
selama di sana. :)

Saat indahnya alamku, anak-anak pun belajar membuat anyaman.

Kemeriahan saat Pesta Rakyat di H-1 kepulangan.


Salah satu rutinitas kami di sana: dijamu warga makan malam! hehehehe

Anak-anak yang mengunjungi kami di pagi hari sebelum kepulangan.
So sweet! :")

Bersama om-om dari komunitas LJOC (Little Jip Owner Community)
yang membantu kami dalam transportasi keberangkatan dan kepulangan.

Seluruh Tim Gerakan UI Mengajar Angkatan 4!!!!



Satu hal yang jelas, gue sangat menikmati proses aksi ini—dan terlebih lagi menjadi bagian dari Gerakan UI Mengajar Angkatan 4. Sebagai orang yang senang untuk memerhatikan perilaku-perilaku manusia lainnya, gue sangat menikmati bagaimana dalam setiap perjalanan selama aksi bisa bertemu orang-orang baru dengan isi kepala, sifat, dan perilaku yang masing-masingnya sangat unik; bertemu dengan orang-orang dari komunitas Jip yang sangat hiperaktif (baca: pecicilan), menyenangkan, dan sangat seru untuk menjadi teman mengobrol, bahkan masih berkomunikasi dengan baik sampai detik ini, bertemu dengan orang-orang di Desa Balekambang dengan segala keramahtamahan dan segala kesederhanaan a la desa, bertemu dengan anak-anak yang unik dan luar biasa setiap hari, dan yang terpenting, dipertemukan dengan 14 orang panitia dan pengajar Titik 1 lainnya yang sangat absurd, namun lovable.

25 hari berada di sana memberikan energi positif yang baru bagi hidup gue. Siapa pula yang tak senang jika setiap harinya diisi oleh keceriaan dan semangat anak-anak yang ingin bersekolah meski harus melintasi bukit, menyeberangi sungai, melewati sawah, dan menerobos hutan?

Terlepas dari suka-duka yang ada, terlepas dari segala pelajaran yang dapat diambil, terlepas dari segala pengalaman yang unik, satu hal yang paling gue syukuri; liburan sambil mengabdi itu menyenangkan!




February 4, 2015

Pulang!

Yes, gue sudah kembali ke peradaban untuk menjalani kehidupan ini seperti sebelumnya!

Alhamdulillah 25 hari kegiatan Gerakan UI Mengajar Angkatan 4 di Titik 1 berjalan mulus tanpa menemukan kendala yang cukup serius.

Gue sangat tidak sabar untuk menceritakan semua pengalaman yang telah gue dapatkan di sana. Silakan menunggu postingan selanjutnya!!



P.S.

Gue punya janji untuk posting tentang anak-anak titik 1 di blog gue. Hehehehe.