December 8, 2015





Hujan tidak pernah memilih dimana ia diturunkan,
Karena pada akhirnya mereka akan kembali ke langit yang sama.

Hujan tidak pernah memilih kepada siapa ia memberi penghidupan,
Karena pada akhirnya, semua akan menari karenanya.

Hujan tidak pernah bertanya mengapa ia menjadi bencana,
Dan tidak pernah sesumbar atas dirinya yang kerap menjadi poesi.

Hujan, hanya menyampaikan amanah mendung kepada akar yang merindukannya.







***
Beberapa hari yang lalu, di sebuah grup chat, saya iseng meminta seseorang untuk membuatkan saya puisi,
dan inilah hasilnya.

Puisi ini dibuat oleh Arief Wicaksono, salah satu rekan saya di Gerakan UI Mengajar Angkatan 5.
Terima kasih, Wicak! Saya anggap ini kado awal di bulan Desember. :)

No comments:

Post a Comment