December 31, 2016

2016


Ketika hampir seluruh dunia mengutuk 2016 sebagai tahun terburuk, lucunya 2016 berjalan cukup menyenangkan buat saya. 

Tidak banyak yang terjadi pada saya tahun ini, selain bermain dan melancong. Serius. (Saya posting foto-fotonya di ujung postingan ini)

Setelah bertahun-tahun, saya baru merasakan lagi nikmatnya santai di tahun 2016. Amanah yang harus saya jalankan berakhir di bulan Maret, sehingga saya memiliki waktu 9 bulan di 2016 untuk memanjakan diri saya sendiri. Bagi saya, memanjakan diri sendiri hampir sepanjang tahun merupakan sebuah pencapaian untuk saya. Pencapaian lainnya yang saya banggakan di tahun ini adalah akhirnya saya mengalahkan rasa takut pada air laut dan berani nonton film horror lagi sejak terakhir menonton film horror di tahun 2012. Yes, it's been a very delightful year.

Walaupun mestinya 5 bulan terakhir ini saya gunakan untuk menggarap Tugas Akhir demi lulus cepat, nyatanya saya lebih memilih lulus tepat waktu. Ehehe.

Oh iya, tadi saya bilang tahun ini kerjaan saya adalah bermain dan melancong. Ada sebuah percakapan yang paling membekas di antara perjalanan-perjalanan yang saya lakukan tahun ini.

Satu malam saat sedang solo trip ke Malang di akhir bulan Agustus, saya berbincang dengan seorang bapak yang usianya cukup lanjut di sebuah kedai kopi. Bapak ini sebelum pensiun merupakan seorang dosen Filsafat di sebuah kampus di Jogja. Saya lupa bagaimana kami memulai perbincangan, intinya saat itu kami sampai pada topik tentang makna kehadiran orang-orang tertentu di dalam hidup kita. 

Saya bilang, "Saya lagi gak mau ribet sama hidup, orang-orang dan perasaan saya sendiri. Tahun lalu saya dibuat hancur sama satu orang, saya gak mau itu terulang lagi. Saya gak mau lagi menggantungkan kebahagiaan saya atas kehadiran orang lain, apalagi yang sifatnya temporer. Terlalu banyak orang-orang yang sifatnya sementara di hidup saya. Saya mau yang jelas-jelas aja. Hidup sendiri pun kayaknya saya bisa deh, Pak."

Bapak itu menjawab, "Jangan skeptis gitu lah. Jalan kamu masih panjang dek. Emang seumuran kamu itu masa-masanya orang-orang seliweran. Masa-masanya hidup kamu gak jelas, orang-orangnya juga, gak jelas akan bertahan lama di hidup kamu atau enggak. Tapi masa-masanya juga kamu mulai tau mana yang harus kamu perjuangin biar bisa sampai tua nanti ada di hidup kamu. Sembari saya ngomong gini, pasti terlintas sosok orang-orang itu kan di pikiran kamu? Kamu yang paling tahu lah. Jangan pernah kehilangan iman, Tuhan Maha Baik, gak pernah biarin kamu sendiri, perjuangkan orang-orang itu. Kadang hidup gak kasih kamu kesempatan lebih loh."

Brengsek.

Saya harus jauh-jauh ke Malang, dipertemukan dengan bapak yang bahkan saya lupa namanya, untuk paham satu hal yang seringkali saya lupakan; bersyukur atas kehadiran orang-orang yang sampai saat ini selalu ada untuk saya. Semesta terkadang lucu, ya.

Emotional breakdown yang saya alami pada tahun 2015 secara tidak langsung mengantarkan saya pada perjalanan spiritual pribadi untuk lebih mengenal dan menyayangi diri sendiri dan orang-orang yang memang layak saya pertahankan dalam hidup saya. So, I guess it is safe to say that 2016 went better than expected. Way better than expected. Apalagi ada si akang, yang tiba-tiba datang ke hidup saya di tahun 2016 ini, dan kerjaannya bikin bahagia terus. Ehehe.

Seperti doa yang saya panjatkan di hari ulang tahun ke-21, doa saya untuk 2017 tetaplah sama, agar mereka yang membuat saya bahagia saya saat ini, akan terus ada sampai nanti, sampai tua.

Oh iya! Ini yang paling penting, resolusi untuk tahun 2017: lulus dan wisuda di bulan Agustus! Amin!!

****

Berhubung tahun ini saya banyak pergi tapi tidak pernah saya posting di blog, di postingan penutup tahun ini saya mau posting foto-foto saya sepanjang tahun 2016.

Aksi Mengajar Gerakan UI Mengajar Angkatan 5 di Tegal, Januari 2016


 Pulau Sangiang, Banten, Mei 2016 



 Aksi 1000 Kaki Komunitas Sayap Dewantara di Garut, Juni 2016
(Pembagian sepatu ke lokasi aksi GUIM 1 di Kec. Pameungpeuk, setelah itu lanjut main ke Pantai Sayang Heulang. Oknumnya: Raihan, Ucheng, Pede, Egi, Bagus, Ollin, Syaukat)



Green Canyon - Pantai Pangandaran, Juli 2016 
(Body rafting di Green Canyon, sunset di Pantai Barat Pangandaran, dan Water Sport di...emm...lupa nama pantainya. Ehe. Oknumnya: Raihan, Tammi, Ma'ruf, Ica, Novha, Kiki, Widyo, Bangkit)




 Diajakin Nge-Jeep di Bukit Hambalang, Sentul, Agustus 2016



 Pantai Watu Leter, saat solo trip ke Malang, Agustus 2016



Gili Labak, Madura, November 2016


Curug Ciherang, Jonggol, Desember 2016
(Jam 11 malam diajakin Christo, jam 5 subuh berangkat berdua naik motor)



Taman Hutan Raya Juanda - Kawah Putih, Bandung, Desember 2016
 (Ini trip cuma ke Bandung, lama di jalan karena macet, tapi jadi trip terbodor 2016. Hahaha. Oknumnya: Raihan, Aldy, Andy)




Terima kasih atas semua perjalanan serunya, 2016. :)




No comments:

Post a Comment