December 22, 2016

Dua Puluh Satu

Sebagai pengantar, saya akan bilang kalau saya bukanlah orang yang menganggap spesial ulang tahun saya sendiri. 

Tidak enaknya ulang tahun di akhir bulan Desember adalah semua orang sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ujian, liburan ke rumah saudara, Natalan. Jadi, saya tidak pernah berharap orang lain ingat dengan ulang tahun saya, apalagi merayakannya. Sejak berumur 17 tahun, saya punya tradisi untuk me-time di tanggal 21 Desember dengan format kegiatan yang sama; menonton, belanja, ngopi. Buat saya, kebahagian hakiki di hari ulang tahun adalah bisa memanjakan diri sendiri tanpa harus memikirkan orang lain di hari itu.

Menurut histori, saya selalu ditinggal orang-orang terdekat saya di bulan Desember. Ditinggal pergi jauh, ditinggal mati, dan putus hubungan romantis. Tiga kejadian paling sedih untuk seorang manusia pernah saya rasakan semua di bulan Desember. Intinya, saya tidak pernah menghabiskan waktu dengan orang yang saya kasihi di hari ulang tahun saya. Jadi, sebenarnya saya punya love-hate relationship dengan bulan Desember.

Tahun lalu, tak hanya ditinggal, hati saya dibuat hancur berkeping-keping (saya bingung mengekspresikan hancurnya diri saya tahun lalu dengan kalimat yang lebih indah). Saya menangis di hari ulang tahun saya. Kejadian itu yang membuat saya sangat skeptis dengan Desember dan 21 Desember tahun ini. 

Tapi ternyata semesta punya rencana lain. Tahun ini, semesta ada di pihak saya. 

1.
Tahun ini saya kembali ditinggal pergi jauh. Kali ini oleh teman saya sejak usia 6 tahun, Christo. 17 Desember lalu, dia harus berangkat ke Entikong, sebuah kabupaten kecil di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, untuk bertugas jadi abdi (keuangan) negara. 15 tahun saya kenal orang ini, baru tahun ini Christo bisa jadi laki-laki yang manis untuk saya.


Foto terakhir sesaat sebelum take off, dengan pesan terakhir "Buka kado dari gue pas tanggal 21 ya. Jangan curang lu!". Ternyata, isinya 3 barang yang bikin saya senyum sendiri. Senyum ingin gampar anaknya.

Koin Star Wars, confetti, dan kaos dengan kutipan kata-kata super bangkek.
2.
Tanggal 22 pagi, teman saya sejak SMA, Rully, datang ke rumah membawakan kue dan satu plastik berisi kebahagiaan; susu Indomilk rasa melon. 

Muka baru bangun, alis seadanya karena no make up. Ehehe.

3.
Kalau untuk yang ini, rasanya mau bikin satu postingan sendiri. Ehehe.

Sabtu lalu, akang yang satu ini ngajakin saya nonton, di hari Rabu, tanggal 21 Desember. Dan tumbenan sekali, mengingat dia bukan orang yang suka dengan film action adventure dengan efek ala ala, dia langsung mengiyakan ketika saya mau nonton Assasin's Creed. Biasnya kami harus berkompromi agak lama karena selera film saya dan dia sangat berbeda. Saya mikir karena hari itu saya ulang tahun, saya dibebaskan milih film. 

Sebelumnya, dia bilang untuk nonton yang siang saja karena kalau malam takut ada meeting mendadak. Iya, si akang ini orangnya sibuk, lagi banyak deadline proyek besar yang seringkali memaksa untuk meeting mendadak malam-malam. Sempat bete, karena merasa nanggung amat kalau di hari itu cuma ketemu sebentar, nonton doang lagi. Ya, tapi pada akhirnya akal sehat saya harus selalu siap mengalah kalau untuk kerjaan, dan saya mikir daripada nggak ketemu sama sekali. Kami memutuskan untuk nonton di Grand Indonesia, yang ternyata masuk ke rencana akal-akalan dia. 

Waktu ketemu, tumben sekali pakai kemeja rapi. Biasnya kalau kami jalan, dia pakai setelan khasnya; jaket warna polos, kaos atau polo polos, jeans, dan sepatu. Sudah mulai curiga, tapi karena waktu itu mepet dengan jam mulai film, saya jadi lupa mau curiga. Lah.

Beres nonton, dia langsung mengarahkan saya untuk makan di satu tempat di GI. Saya langsung iya-iya aja, karena dia yang lebih paham tempat makan enak. Datang ke restorannya, ternyata si akang sudah reserve tempat untuk kami berdua. Mulai dari sini, jadi senyum-senyum sumringah sendiri. Ehehehe. Tapi tetap, saat makan, saya masih insecure sendiri takutnya tiba-tiba ada telpon mendadak yang mengharuskan dia meeting. Taunya enggak!! Taunya akal-akalan dia aja biar makan bisa lebih lama. Ehehe.


Satu jam kemudian, ada kue datang dengan ucapan sukses skripsi 2017. Nuhun udah diingatkan kang. Walaupun gak sopan ngingetin skripsi di hari ulang tahun. Tapi karena kamu sudah meluangkan waktu seharian, pulang dari kantor lebih awal di tengah-tengah deadline kerjaan yang menggila, jadi dimaafkan. Tuh kan, enak ya, gampang luluh gue mah anaknya.

Jadi ini toh rasanya surprise candle light dinner. Mihihi. Tumben manis amat jadi orang. Diabetes nih lama-lama. Nuhun pisan ya Kang Raihan. Bungah jeung nyaah teu eureun-eureun ini mah. :)

****

Lama nggak nulis di blog, akhirnya nulis juga. Jarang sih ulang tahun saya semanis ini, sayang kalau gak diabadikan.

Selamat ulang tahun ke dua puluh satu, Rina. Terima kasih ya semesta tahun ini 21 Desember ke 21 nya manis sekali. Tahun depan boleh lagi dong kayak gini, dengan orang yang sama. Hehe. :)


No comments:

Post a Comment